WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.49.03-1
Cyberbullying

Apa yang ingin kamu ketahui dari cyberbullying ?

Kami mengajukan pertanyaan ini kepada orang muda dan menerima ribuan tanggapan dari mereka di seluruh dunia!

Kami mengumpulkan spesialis dari UNICEF, pakar cyberbullying dan perlindungan anak, pegiat pencegahan cyberbullying, serta bekerja sama dengan Facebook, Instagram, dan Twitter untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan memberikan saran tentang cara untuk menghadapi cyberbullying.

Apa itu cyberbullying?

Cyberbullying (perundungan dunia maya) ialah bullying/perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel. 

Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Contohnya termasuk:

  • Menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto memalukan tentang seseorang di media sosial
  • Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui platform chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar media sosial, atau memposting sesuatu yang memalukan/menyakitkan
  • Meniru atau mengatasnamakan seseorang (misalnya dengan akun palsu atau masuk melalui akun seseorang) dan mengirim pesan jahat kepada orang lain atas nama mereka.
  • Trolling – pengiriman pesan yang mengancam atau menjengkelkan di jejaring sosial, ruang obrolan, atau game online
  • Mengucilkan, mengecualikan, anak-anak dari game online, aktivitas, atau grup pertemanan
  • Menyiapkan/membuat situs atau grup (group chat, room chat) yang berisi kebencian tentang seseorang atau dengan tujuan untuk menebar kebencian terhadap seseorang
  • Menghasut anak-anak atau remaja lainnya untuk mempermalukan seseorang
  • Memberikan suara untuk atau menentang seseorang dalam jajak pendapat yang melecehkan
  • Membuat akun palsu, membajak, atau mencuri identitas online untuk mempermalukan seseorang atau menyebabkan masalah dalam menggunakan nama mereka
  • Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar sensual atau terlibat dalam percakapan seksual.

Bullying secara langsung atau tatap muka dan cyberbullying seringkali dapat terjadi secara bersamaan. Namun cyberbullying meninggalkan jejak digital – sebuah rekaman atau catatan yang dapat berguna dan memberikan bukti ketika membantu menghentikan perilaku salah ini.

Berbagai Cara Mencegah Cyberbullying

Ada beberapa upaya efektif yang bisa dilakukan untuk mencegah cyberbullying, baik dalam lingkungan keluarga, pertemanan, pendidikan, maupun komunitas atau grup digital. Berikut adalah cara mencegah cyberbullying yang bisa dicoba:

1. Laporkan ke administrator platform

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memanfaatkan fitur pelaporan pada setiap aplikasi atau media sosial. Setiap platform umumnya menyediakan opsi untuk melaporkan komentar, pesan, akun, atau unggahan yang mengandung perundungan.

Sertakan bukti seperti tangkapan layar agar pihak administrator dapat menindaklanjuti laporan dengan cepat. Fitur ini biasanya membantu memblokir konten atau akun yang melakukan pelanggaran.

2. Pilih teman media sosial dengan hati-hati

Pastikan hanya menerima permintaan pertemanan atau follow dari orang yang benar-benar dikenal, baik itu di platform media sosial maupun game online. Hal ini dapat mencegah masuknya akun anonim atau orang asing yang berpotensi menyebarkan komentar negatif.

3. Atur privasi dan filter komentar

Manfaatkan fitur privasi pada akun media sosial dan aktifkan pengaturan filter kata kunci untuk mencegah komentar kasar atau spam. Di beberapa platform media sosial, kamu bisa mengatur agar hanya teman tertentu yang dapat memberikan komentar pada postinganmu.

4. Jangan balas komentar jahat

Saat menerima chat atau pesan bernada menghina, hindari membalasnya ya. Lebih baik, ambil tangkapan layar (screenshot) pesan tersebut, lalu blokir atau mute akun yang mengirimkan pesan negatif. Cara ini dapat membantu menjaga suasana hati dan menghindari konflik lebih lanjut.

5. Jangan sebarkan konten pribadi teman

Jika menerima tangkapan layar, foto, atau chat pribadi teman, jangan ikut-ikutan menyebarkannya bahkan jika hanya untuk bercanda. Ingat, chat pribadi adalah privasi setiap orang dan kita tidak punya hak untuk menyebarluaskannya tanpa izin. 

6. Dukung korban cyberbullying

Jika melihat teman di grup kelas atau komunitas game menjadi sasaran olok-olok, jadilah support system dan berikan dukungan secara pribadi. Satu pesan, seperti “Kamu nggak apa-apa?” atau “Aku di sini ya, kalau kamu mau cerita,” bisa memberikan kekuatan bagi korban.

7. Bangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak

Orang tua dan anak sebaiknya saling berbagi pengalaman menggunakan media sosial, baik yang menyenangkan maupun yang tidak nyaman. Jadikan keluarga sebagai ruang aman untuk saling mendengarkan tanpa takut dihakimi. 

Dengan saling mengobrol secara terbuka, masalah dapat diketahui lebih awal sehingga pencegahan bisa dilakukan sebelum cyberbullying menyebabkan dampak yang lebih dalam. 

8. Diskusikan bahaya cyberbullying secara rutin

Di rumah maupun di sekolah, sisipkan obrolan ringan tentang pengalaman dan tantangan di dunia maya secara teratur. Selalu ingatkan pentingnya menahan diri sebelum berkomentar tentang orang lain secara online. Diskusi rutin seperti ini membantu anak-anak dan remaja selalu ingat bahwa bahaya cyberbullying itu nyata dan bisa menimpa siapa saja.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kita bisa menjalankan cara mencegah cyberbullying secara lebih efektif dan menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi semua orang. 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait